"You only have to do a very few things right in your life so long as you don't do too many things wrong."     -Warren Buffet-

Dalam sepekan (27 Juni - 1 Juli 2016) IHSG tercatat meningkat hampir 3%, diikuti dengan penguatan di seluruh sektor, dengan yang terbesar di catatkan oleh sektor aneka industri-kenaikan 9% dalam sepekan. Euforia tax amnesty dan tekanan Brexit yang mereda membuat investor menjadi panic buy!


ilustrasi



Investor asing terus masuk ke pasar Indonesia dengan mencatat net buy Rp 14 triliun year-to-date (ytd). Di sisi lain, IHSG berusaha mengejar bursa saham Thailand dan Filipina yang telah meningkat 13% sejak awal tahun, fantastis.
Dengan pasar yang sedang bullish, tentu sebagai pemerhati pasar modal dan investor kita tidak akan tinggal diam, potensi keuntungan yang besar dan berharap cuan lebih menjadi tujuan akhir. Di dalam pasar modal ada banyak karakteristik investor, mulai dari investor yang ikut-ikutan tren sampai dengan yang benar-benar berinvestasi melalui analisa teknikal dan fundamental.
Saya punya beberapa tipe investor, yang mungkin ini termasuk dalam kriteria Anda:  

  1. Tipe investor fundamental, tipe investor ini sangat mengedepankan akurasi perhitungan keuangan, mulai dari laba sampai dengan dividen, dan mereka berpedoman harga saham akan naik jika laporan keuangan memang positif, mereka juga yakin harga saham sama dengan value, dan mereka akan membeli saham jika hasil laporan keuangan memang bagus,
  2. Tipe investor teknikal, tipe investor ini sangat mengedepankan trend harga saham, dan psikologis pasar, mereka beranggapan bahwa antara harga dan nilai tidak memiliki hubungan, dan membeli saham berdasarkan sinyal trend harga itu sendiri.
  3. Tipe investor berdasarkan rumor, ini tipe investor yang minim ilmu fundamental dan teknikal, ikut jual dan beli saham atas bisikan teman atau dengar di forum bahwa saham si A atau si B sedang bagus, tipe investor ini jika melihat adanya hubungan antara harga dan nilai, dan ingin membeli saham jika memang dirasa pas rumornya atau ceritanya, tidak terikat oleh signal/waktu.
  4. Tipe investor momentum, tipe investor ini hampir mirip dengan investor teknikal, sangat melihat tren harga di chart, kekuatan volume dan nilai transaksi juga dikedepankan, faktor membeli saham berdasarkan sinyal teknikal yang memang sudah tepat untuk membeli, tipe investor ini tidak melihat adanya hubungan antara harga dan nilai suatu saham.
  5. Tipe investor berdasarkan pertumbuhan bisnis perusahaan, mirip dengan investor fundamental, melihat suatu perusahaan dengan mengedepankan prospek bisnis dan pertumbuhan penjualan, serta peta persaingan bisnis, mereka berpendapat nilai akan saham dengan harga saham, dan faktor membeli saham berdasarkan membaiknya/bertumbuhnya prospek bisnis suatu perusahaan.
  6. Tipe investor spekulasi, wow, ini tipe yang sangat banyak saya lihat di pasar modal, dengan perbandingan investor ritel dan institusi yang masih jomplang, maka tidak salam banyak investor ritel yang mengandalkan keyakinan pribadi, tipe investor ini sangat beresiko karena biasanya tidak memiliki trading plan, dan mengandung unsur risk vs reward dalam mengambil keputusan untuk membeli saham.
  7. Tipe investor value investing, sangat mengandalkan hitungan intrinsic value, menganut ajaran buffet way dan graham way, harga seharusnya sama atau dibawah nilai perusahaan. Jika ingin membeli saham mereka akan membedah asset, equity serta hutang perusahaan terlebih dahulu, bagaimana prospek bisnisnya, dan manajemen perusahaan-nya.


Dari tipe-tipe investor yang saya ulas di atas, kesemuanya dapat mendatangkan keberhasilan pada investasi yang sedang Anda lakukan, khususnya di bidang saham. Namun memang, jika Anda melakukan riset yang simpel maka risiko investasi Anda juga akan semakin besar dan tentu akan merugikan pada akhirnya. Saran saya memang belajar untuk memahami dasar-dasar ilmu saham sangat penting agar tidak tersesat pada investasi yang sedang akan lakukan. Untung kecil tapi berlanjut itu lebih baik daripada untung 10% dalam sehari lalu hilang dalam 2 (dua) hari.
Nah, dengan mengetahui profil pribadi Anda, maka pada tahap awal Anda sudah mengerti tujuan Anda. Selanjutnya tinggal belajar dan terus berusaha untuk mengambil kesempatan pada tiap-tiap kejadian dari berita baik yang berpengaruh dari sisi makro maupun mikro ekonomi, untuk kemudian diaplikasikan pada saham-saham pilihan, yang pada akhirnya dapat memberikan kesejahteraan pada diri Anda. *tulisan ini sedikit banyak mengambil informasi dari buku value investing for dummies.

Comments (0)