Lembaga regulator Inggris, Financial Conduct Authority (FCA), telah mengeluarkan instruksi kepada perusahaan-perusahaan yang menawarkan trading CFD agar memberikan aturan lebih ketat kepada konsumen. Aturan baru tersebut termasuk meningkatkan standar lintas sektor dan memastikan bahwa konsumen terlindungi secara tepat. Melarang bonus untuk akun baru dan pembatasan leverage merupakan sasaran utama aturan baru tersebut.

fca berlakukan larangan bonus dan batasi leverage untuk cfd


Langkah FCA ini hanya selang satu minggu setelah regulator finansial Siprus, CySEC, yang juga mengeluarkan statemen serupa. CySEC memberlakukan pembatasan leverage dan pelarangan bonus pada broker forex retail.
Contracts for difference (CFD), seperti produk rolling spot forex dan komoditas, merupakan instrumen finansial kompleks yang sering ditawarkan oleh perusahaan investasi. Umumnya instrumen ini ditawarkan melalui platform online. Sehubungan dengan meningkatnya jumlah broker di pasar CFD, FCA khawatir akan adanya lebih banyak konsumen retail yang membuka akun dan bertrading CFD tanpa adanya cukup pengetahuan. Apalagi, analis dari FCA menemukan bahwa 82% klien firma CFD mengalami kerugian pada produk tersebut.Karena alasan itulah, FCA mengajukan paket kebijakan untuk meningkatkan perlindungan klien dengan membatasi resiko dari produk CFD dan memastikan bahwa klien mendapatkan informasi yang cukup. Aturan baru tersebut diantaranya:

  • Broker harus memberikan peringatan risiko terstandar dan mengungkapkan rasio laba rugi yang jelas dan terbuka bagi klien. Sehingga gambaran akan kerugian serta histori performa produk lebih transparan.
  • Menetapkan batas leverage lebih rendah untuk klien dengan pengalaman trading kurang dari 12 bulan atau tidak memiliki pengalaman aktif di CFD, yaitu 1:25.
  • Pembatasan maksimal leverage 1:50 untuk seluruh klien ritel dan leverage lebih rendah untuk aset berbeda sesuai dengan risiko. Beberapa level leverage yang ditawarkan oleh broker kepada klien saat ini melebihi 1:200.
  • Mencegah penyedia layanan trading menggunakan segala bentuk bonus pada trading dan pembukaan akun sebagai bentuk promosi produk CFD.

FCA Inggris juga sedang merancang untuk memberlakukan visinya pada berbagai langkah kebijakan untuk Binary Option. Regulator finansial Inggris ini telah meneliti bahwa binary option tidak cukup transparan kepada para investor dan menyediakan produk yang lebih menyerupai perjudian daripada investasi.Selama 6 tahun terakhir, pengawasan FCA telah mengindetifikasi beberapa perilaku buruk di sektor CFD. Termasuk perusahaan yang gagal mempertimbangkan apakah CFD sesuai bagi konsumennya, gagal menyediakan peringatan risiko yang baik, dan firma yang menawarkan level leverage berlebihan kepada klien. Langkah-langkah yang diusulkan FCA ini dimaksudkan untuk memberi jaminan perlindungan tepat bagi konsumen.Keputusan ini tentunya akan mempengaruhi broker-broker pemegang regulasi FCA diantaranya, FXOpen, Hirose UK, OctaFX UK, OANDA, Thinkmarket, dan sebagainya.

Comments (0)